Taman Penitipan Anak/Day Care adalah layanan pendidikan yang
dilaksanakan pemerintah dan masyarakat bagi anak usia lahir – 6 tahun yang
orang tuanya bekerja. Peserta didik pada TPA adalah anak usia lahir – 6 tahun.
Namun pentingnya body in touch antara bayi baru lahir dan ibu dan juga dengan
mempertimbangkan pentingnya IMD/ inseminasi menyusui dini maka harapan kami “Sakura
Day Care & Play Group For Child” usia peserta didik pada TPA kami adalah
minimal 2 bulan sampai dengan 6 tahun.
Kelompok bermain (KB)/play group merupakan satuan pendidikan
anak usia dini pada jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan
pendidikan bagi anak usia di bawah lima
tahun. Kelompok bermain umumnya beroperasi sampai siang hari saja, dan memiliki
staf suster anak atau sukarelawan.
Kelompok bermain dipercaya dapat memberikan stimulasi yang baik untuk mengembangkan intelegensi, kemampuan sosial, dan kematangan motorik anak. Dan juga Kelompok Bermain adalah salah satu bentuk PAUD pada jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus program kesejahteraan bagi anak usia 2 sampai dengan 4 tahun. Sasaran KB adalah anak usia 2 – 4 tahun dan anak usia 4 – 6 tahun yang tidak dapat dilayani TK (setelah melalui pengkajian dan mendapat rekomendasi dari pihak yang berwenang).
Kelompok bermain dipercaya dapat memberikan stimulasi yang baik untuk mengembangkan intelegensi, kemampuan sosial, dan kematangan motorik anak. Dan juga Kelompok Bermain adalah salah satu bentuk PAUD pada jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus program kesejahteraan bagi anak usia 2 sampai dengan 4 tahun. Sasaran KB adalah anak usia 2 – 4 tahun dan anak usia 4 – 6 tahun yang tidak dapat dilayani TK (setelah melalui pengkajian dan mendapat rekomendasi dari pihak yang berwenang).
Orang tua perlu untuk untuk membangun kompetensi sosial anak, mereka harus mulai membangun kecerdasan sosial sejak
dini. Anak harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar mereka, menjalin
hubungan emosional dan juga mendapatkan nutrisi yang seimbang.
Mengapa kemampuan sosial sangat penting? menurut Psikolog
dan Direktur Personal Growth, Counseling & Development Centre, Jakarta,
Ratih Ibrahim mengatakan, bila anak tidak dapat mencatat kompetensi sosial
minimal usia enam tahun, maka sebagian besar anak-anak akan mengalami masalah
saat dewasa dalam bidang tertentu.
“Hasil berbagai penelitian yang dilakukan dalam rentang
waktu tahun 1990-2000 menunjukkan bahwa adaptasi sosial dan emosional anak
jangka panjang, perkembangan akademik dan kognitifnya, dan kehidupannya,”
paparnya belum lama ini.
Berbagai hasil studi tersebut menunjukkan betapa pentingnya
perkembangan sosio-emosional anak saat mereka masih
dalam tahap pertumbuhan. Kemampuan sosial akan makin
berkembang bila mereka ikut berpartisipasi aktif, bukan hanya mengamati dan
merasakan pengaruh orang dewasa di sekitarnya.
“Jangan lupa bahwa orangtua merupakan role-model, dan anak
dapat belajar untuk meniru sikap orang tua tersebut dengan lingkungan
sosialnya. Mari para orangtua di Indonesia, kita bersama-sama
mewujudkan dan mencetak anak yang life-ready di masa depannya, agar mereka
mampu menjalani segala tantangan dunia,” jelasnya.
Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan
gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengn
kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun,
adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan
system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Dan patut diingat, perkembangan
setiap anak tidak bisa ama, tergantung proses kematangan masing-masing anak.
Perkembangan fisik motorik pada anak dapat ditandai dari
pertumbuhan fisiknya yang meliputi peningkatan berat badan, tinggi badan,
lingkar kepala dan tonus otot. Pertumbuhan fisik anak perlu dicermati. Sebab,
kurang optimalnya pertumbuhan fisik dapat menjadi pertanda ada sesuatu pada
diri anak. Umumnya orangtua diberikan catatan untuk mendata pertumbuhan anaknya
dan lembaran ini telah disediakan oleh dokter atau rumah sakit tempat melakukan
konsultasi. Khusus untuk berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala dapat
dipantau pertumbuhannya melalui Kartu Menuju Sehat (KMS). KMS tersebut dapat
dibawa pulang karenanya setiap konsultasi hendaknya selalu dibawa.
Pada usia 3-6 tahun, seorang anak tumbuh dengan cepat, namun
tidak secepat masa sebelumnya. Pada usia 3 tahun, tubuh, tangan dan kaki si
anak akan tumbuh semakin panjang. Kepala masih relatif besar, akan tetapi
bagian tubuh lainnya terus berusaha menyusul seiring dengan semakin miripnya
bagian anggota tubuhnya dengan tubuh orang dewasa.
Umumnya tubuh anak laki-laki lebih tinggi dan lebih berat serta memiliki banyak otot pada setiap kilogram berat tubuhnya. Sedangkan anak perempuan memiliki jaringan lemak lebih banyak. Baik anak laki-laki maupun perempuan biasanya tumbuh sekitar 5-7,5 sentimeter per tahun sepanjang usia balita dan mendapatkan 2-3 kg per tahun. Berat dan tinggi anak laki-laki akan tetap seperti itu sampai pertumbuhannya menyentuh masa pubertas.
Umumnya tubuh anak laki-laki lebih tinggi dan lebih berat serta memiliki banyak otot pada setiap kilogram berat tubuhnya. Sedangkan anak perempuan memiliki jaringan lemak lebih banyak. Baik anak laki-laki maupun perempuan biasanya tumbuh sekitar 5-7,5 sentimeter per tahun sepanjang usia balita dan mendapatkan 2-3 kg per tahun. Berat dan tinggi anak laki-laki akan tetap seperti itu sampai pertumbuhannya menyentuh masa pubertas.
Perkembangan otot dan tulang, membuat anak-anak semakin
kuat. Berbagai perubahan ini, yang dikoordinasi oleh kematangan otak dan
sistrem saraf, menghasilkan perkembangan berbagai keterampilan motorik pada
anak. Perkembangan motorik adalah perkembangan saraf motorik kasar dan halus
anak.
Motorik kasar merupakan gerakan fisik yang membutuhkan
keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh, dengan menggunakan otot-otot
besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh. Contohnya, berjalan, berlari,
berlompat, dan sebagainya. Sedangkan motorik halus adalah kemampuan yang
berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi
mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui
kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin. Seperti, bermain puzzle, dan
sebagainya.
Anak yang terampil dan menguasai gerakan motoriknya, umumnya
memiliki fisik yang sehat lantaran banyak bergerak. Keterampilan motorik tersebut
tentunya memengaruhi kemandirian dan rasa percaya diri anak dalam mengerjakan
sesuatu, karena ia sadar akan kemampuan fisiknya.
Pada usia balita ini terjadi kemajuan yang besar dalam keterampilan motorik kasar, seperti berlari, melompat yang melibatkan penggunaan otot besar. Hal ini didukung dengan perkembangan daerah sensoris dan motor pada korteks yang memunginkan koordinasi yang lebih baik antara apa yang diinginkan oleh anak dan apa yang dapat dilakukannya.
Tulang dan otot mereka semakin besar sehingga memungkinkan mereka untuk berlari, melompat dan memanjat lebih cepat, lebih jauh dan lebih baik. Seiring dengan pengembangan kedua keterampilan tersebut, anak balita terus menggabungkan berbagai kemampuan yang telah mereka miliki dengan yang baru mereka dapatkan, untuk menghasilkan kemampuan yang lebih kompleks.
Pada usia balita ini terjadi kemajuan yang besar dalam keterampilan motorik kasar, seperti berlari, melompat yang melibatkan penggunaan otot besar. Hal ini didukung dengan perkembangan daerah sensoris dan motor pada korteks yang memunginkan koordinasi yang lebih baik antara apa yang diinginkan oleh anak dan apa yang dapat dilakukannya.
Tulang dan otot mereka semakin besar sehingga memungkinkan mereka untuk berlari, melompat dan memanjat lebih cepat, lebih jauh dan lebih baik. Seiring dengan pengembangan kedua keterampilan tersebut, anak balita terus menggabungkan berbagai kemampuan yang telah mereka miliki dengan yang baru mereka dapatkan, untuk menghasilkan kemampuan yang lebih kompleks.
Proses tumbuh kembang kemampuan motorik anak berhubungan
dengan proses tumbuh kembang kemampuan gerak anak.
Motorik adalah semua gerakan yang mungkin dapat dilakukan
oleh seluruh tubuh.Perkembangan motorik adalah perkembangan unsur kematangan
dan pengendalian gerak tubuh. Keterampilan motorik berkembang sejalan dengan
kematangan syaraf dan otot. Aktivitasnya di bawah kendali otak.
Pentingnya meningkatkan perkembangan motorik, diantaranya :
1. Peran kemampuan motorik untuk perkembangan fisiologis
anak
2. Peran kemampuan motorik untuk perkembangan sosial dan
emosional anak
3. Peran kemampuan motorik untuk kognitif anak
Secara langsung pertumbuhan anak akan menentukan
keterampilannya dalam bergerak, sedangkan secara tidak langsung, pertumbuhan
dan kemampuan fisik atau motorik anak akan mempengaruhi cara anak memandang
dirinya sendiri dan orang lain.
Dari buku Perkembangan Anak (2002) dan buku Balita dan
Perkembangannya (2001), perkembangan motorik anak terbagi menjadi dua bagian,
yaitu gerak motorik kasar dan gerak motorik halus.
Gerak Motorik Kasar, adalah kemampuan yang membutuhkan
koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak. Oleh karena itu, biasanya
memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot- otot yang lebih besar.
Gerakan Motorik Halus, gerakan hanya melibatkan
bagian-bagian tertentu saja dan dilakukan oleh oto-otot kecil seperti
keterampilan menggunakan gerakan jari jemari tangan.
Seefel (dalam Moelichatoen, 1991), menggolongkan tiga
keterampilan motorik anak
A. Gerak lokomotor ( gerakan berpindah tempat ) dimana bagian
tubuh tertentu bergerak atau berpindah tempat; misalnya jalan,lari,dan loncat.
1. Berbaring
Beberapa variasi gerakannya, sebagai berikut :
1. Berbaring
terlentang
2. Berbaring
telungkup
3. Berbaring
miring ke kanan
4. Berbaring
miring ke kiri
2.
Berjalan
Jalan adalah suatu gerakan melangkah ke segala arah yang
dilakukan oleh siapa saja dan tidak mengenal usia. Namun demikian, gerakan yang
tidak diperhatikan pada masa usia sekolah dasar dikhawatirkan akan
mengakibatkan kelainan dalam berjalan di kemudian hari. Untuk itu gerak
berjalan maupun bentuk-bentuk latihan dalam berjalan harus disosialisasikan dengan
cara bermain, baik itu dalam kelompok kecil maupun besar.
3. Berlari
Berlari bisa dimanfaatkan oleh guru sebagai dasar untuk
memberikan olah tubuh kepada siswa secara teratur. Guru bisa memanfaatkan
faktor-faktor gerakan, seperti tempat, waktu, dan kekuatan untuk menciptakan
berbagai variasi berlari.Variasi dapat juga diciptakan dengan menggunakan
fungsi-fungsi tubuh dan anggota bagian tubuh.
Berlari tidak banyak berbeda dengan berjalan, hanya saja
akan lebih cepat sampai tujuan dan gerakannya suatu saat melayang di udara atau
agak melompat.
4. Melompat
Lompat adalah suatu gerakan mengangkat tubuh dari suatu
titik ke titik lain yang lebih jauh atau tinggi dengan ancang-ancang lari cepat
atau lambat dengan menumpu satu kaki dan mendarat dengan kaki atau anggota
tubuh lainnya dengan keseimbangan yang baik. Contoh pengembangan gerak lompat,
misalnya lompat jauh.
5. Meloncat
Loncat adalah suatu gerakan mengangkat tubuh dari suatu
titik ke titik lain yang lebih jauh atau tinggi dengan ancang-ancang dari cepat
atau lambat dengan menumpu dua kaki dan mendarat dengan kaki atau anggota tubuh
lainnya dengan keseimbangan yang baik.
6. Melempar
Melempar adalah gerakan mengarahkan satu benda yang dipegang
dengan cara mengayunkan tangan ke arah tertentu. Gerakan ini dilakukan dengan
menggunakan kekuatan tangan dan lengan serta memerlukan koordinasi beberapa
unsur gerakan, misalnya lengan dengan jari yang harus melepaskan benda yang
dipegang pada saat yang tepat.
B. Gerak non-lokomotor ( gerakan tidak berpindah tempat )
dimana sebagian anggota tubuh tertentu saja yang digerakkan namun tidak
berpindah tempat.
Gerakan stabilisasi ( nonlokomotor ) termasuk didalamnya,
seperti :
a. Dodging
b. Stretching dan Bending
c. Twisting dan Turning
d. Swinging dan Swaying
e. Pushing dan Pulling
C. Manipulatif, dimana ada sesuatu yang digerakkan ,misalnya
melempar, menangkap, menyepak, memukul, dan geraka lain yang berkaitan dengan
lemparkan dan tangkapan sesuatu.
Beberapa gerakan yang termasuk di dalam gerakan manipulatif
adalah menggelindingkan bola atau sejenisnya, melempar dan menangkap, menahan
atau trapping, memantul atau men-dribbling,memukul.
1. Menggelindingkan Bola, Menggelindingkan
atau rolling, meliputi pengarahan gaya
atau tenaga terhadap suatu objek yang mempertahankan kontaknya dengan permukaan
tempat benda tersebut bergerak.
2. Melempar, Melempar merupakan
keterampilan manipulatif yang rumit yang menggunakan satu atau dua tangan untuk
melontarkan objek menjauhi badan ke udara
Selain tergantung dari beberapa faktor (ukuran anak, ukuran
objek, dan lain sebagainya ), lemparan dapat di lakukan di bawah tangan , di
atas kepala, di atas lengan atau di samping.
3. Menangkap, Menangkap merupakan gerakan
dasar manipulasi yang melibatkan penghentian suatu objek yang terkontrol oleh
satu atau kedua tangan. Pada tahap awal biasanya objek akan dihentikan dengan
satu bagian atau beberapa bagia anggota tubuh.Penguasaan koordinasi mata tangan
akan memudahkan bagi mereka unruk menangkap objek yang melayang ke hadapannya.
4. Pushing dan Pulling, Pushing atau
mendorong adalah usaha pengerahan gaya
atau kekuatan dalam melawan suatu objek atau orang, apakah mendorong untuk
menyingkirkan objek dari badan atau mendorong badan menjauhi obyek. Pulling di
lain pihak diartikan sebagai tarikan, ini merupakan pengerahan tenaga yang
mengakibatkan objek atau orang bergerak mendekati badan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar